Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Padang, 30 Juni 2025 — Badan Pengelola Geopark Ngarai Sianok Maninjau (BP-GNSM) melakukan pertemuan strategis dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat pada Senin, 30 Juni 2025. Pertemuan yang berlangsung di Kantor BKSDA Sumbar di Padang ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam konservasi dan pengelolaan kawasan Geopark yang memiliki keanekaragaman hayati dan geologi penting.
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala BKSDA Sumatera Barat dan Ketua BP-GNSM beserta tim teknis dari kedua lembaga. Kegiatan ini menjadi langkah koordinatif dalam menyelaraskan rencana pelestarian kawasan Geopark Ngarai Sianok-Maninjau, khususnya dalam menghadapi tantangan konservasi flora, fauna, dan warisan geologi di kawasan tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala BKSDA Sumatera Barat menyampaikan pentingnya kerja sama lintas lembaga untuk menjamin kelestarian kawasan geopark yang sebagian besar berada di wilayah yang memiliki status konservasi.
“Sebagian dari kawasan Geopark ini berada di wilayah kerja kami, termasuk Cagar Alam dan Suaka Margasatwa. Dengan adanya sinergi bersama BP-GNSM, kita bisa memperkuat perlindungan sekaligus mendorong pemanfaatan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, BP GNSM menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memperkuat posisi Geopark Ngarai Sianok Maninjau dalam rangka menuju UNESCO Global Geopark.
“Kami percaya kolaborasi ini akan menghasilkan langkah konkret dalam konservasi berbasis masyarakat serta peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya pelestarian kawasan geopark,” tutur Andi.
Adapun hasil pertemuan meliputi beberapa poin kesepahaman awal, antara lain:
Pemutakhiran data kawasan konservasi yang berada dalam wilayah geopark.
Penyusunan rencana aksi konservasi bersama, khususnya untuk penguatan edukasi dan pengawasan di lapangan.
Pengembangan program ekowisata berbasis konservasi yang melibatkan kelompok masyarakat sekitar.
Peningkatan kapasitas SDM lokal melalui pelatihan terpadu antara BP-GNSM dan BKSDA.
Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan penyusunan nota kesepahaman dan pembentukan tim teknis gabungan.
Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antar-lembaga demi menjaga keberlanjutan kawasan Geopark Ngarai Sianok-Maninjau sebagai aset lingkungan, budaya, dan pariwisata berkelanjutan Sumatera Barat.