Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Bukittinggi, Indonesia - Dalam upaya mempercepat
pengembangan Geopark Ngarai Sianok Maninjau menuju status UNESCO Global
Geopark, sebuah rapat virtual penting telah diselenggarakan. Rapat ini fokus
pada pembahasan kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk pengajuan dana hibah.
Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pengelola Geopark Ngarai Sianok
Maninjau, Badan Pengelola Geopark Ranah Minang Silokek, perwakilan dari Dinas
Pariwisata, dan Bapelitbang.
Geopark Silokek dipilih sebagai narasumber utama karena
pengalamannya yang sukses dalam menerima dana hibah sebelumnya. Pertemuan ini
menjadi kesempatan berharga bagi Geopark Ngarai Sianok Maninjau untuk belajar
langsung mengenai prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Pada pertemuan daring tersebut, terungkap bahwa ada beberapa
kelengkapan administrasi yang perlu dipersiapkan secara detail dan profesional.
Hal ini sejalan dengan arahan UNESCO yang menekankan pentingnya tata kelola
yang baik dalam pengelolaan geopark. Berdasarkan pengalaman Geopark Silokek,
dokumen-dokumen seperti proposal yang terstruktur, rincian rencana anggaran
biaya (RAB), dan surat pernyataan tanggung jawab merupakan hal krusial.
Pertemuan ini juga menyoroti pentingnya sinergi dan
kolaborasi antar lembaga pemerintah dan badan pengelola geopark. Peran
Bapelitbang sangat vital dalam perencanaan anggaran, sementara Dinas Pariwisata
berperan dalam pembinaan administrasi keuangan dan mendukung program-program
geopark.
Dengan adanya bimbingan dari Geopark Silokek, Geopark Ngarai
Sianok Maninjau diharapkan dapat memenuhi seluruh persyaratan administrasi
dengan baik. Pengajuan dana hibah ini
merupakan langkah strategis untuk mendukung berbagai program konservasi,
edukasi, dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Dengan demikian, visi
untuk menjadikan Geopark Ngarai Sianok Maninjau sebagai destinasi geowisata
berkelas internasional dapat segera terwujud.