Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Gempa berkekuatan yang 4,5 Skala Richter yang menghantam Kota Bukittinggi pada Sabtu (8/4/2023) membuat tebing Ngarai Sianok RuntuhDari unggahan di akun instagram @info.bukittinggi terlihat video tebing yang menggelinding ke jalan raya yang berada di lembah Ngarai Sianok.Tebing berada pada tikungan setelah jembatan pertama di dasar Ngarai Sianok.
Reruntuhan tebing itu memunculkan debu yang membumbung ke udara.Untuk diketahui, Ngarai Sianok adalah salah satu destinasi wisata utama di Kota Bukittinggi. Ngarai Sianok berupa sebuah lembah sempit yang dikelilingi oleh bukit-bukit bertebing curam yang dihiasi dengan aliran sungai kecil di tengahnya. Kontur Lembah Sianok terbentuk karena proses turunnya sebagian lempengan bumi, sehingga menimbulkan patahan berwujud jurang yang curam.
Dikutip dari sumbarprov.go.id disebutkan, ngarai ini membentang sejauh 15 km dari sisi selatan Nagari Koto Gadang hingga Nagari Sianok Enam Suku, dengan kedalaman tebing mencapai 100 meter dan lebar celah sekitar 200 meter.Patahan di Sianok ini merupakan bagian dari Patahan (Sesar) Semangko yang membelah Pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang dari Aceh hingga Teluk Semangka di Lampung.
Sesar
Semangko sendiri merupakan lokasi patahan yang membentuk Pegunungan Bukit
Barisan.Ngarai Sianok merupakan wujud visual yang paling jelas dari aktivitas
pergerakan lempeng bumi (tektonik) di Pulau Sumatera ini.Proses terbentuknya
patahan tersebut menghasilkan sebuah kawasan yang subur dengan panorama yang
indah.Kawasan ini memiliki sebutan lain yaitu, Lembah Pendiam, karena
suasananya yang tenang dan damai.
Seperti diketahui Gempa berkekuatan 4,5 Skala
Richter menghoyak Kota Bukittinggi dan sekitar pada Sabtu (8/4/2023) pukul
12.40 WIB.Gempa tersebut membuat sejumlah daerah di kawasan Kota Bukittinggi
bergetar cukup kencang.
Di Pasar Bawah Kota Bukittinggi, sejumlah pedagang
berhamburan ke luar dari area pasar saat gempa melanda."Kuat betul
getarannya. Saya khawatir, bangunan pasar ambruk. Makanya saya keluar ke
pinggir jalan," sebut Anto Mamak (47), pedagang harian yang berjualan di
pasar itu.Getaran juga terasa kuat di seputaran Kecamatan Baso yang berada
sekitar 10 Km dari pusat Kota Bukittinggi.Uwan Tarakut (52), warga Kenagrian
Padang Tarok, Kecamatan Baso mengatakan, saat gempa terjadi, ia tengah duduk di
pelataran masjid menunggu salat zuhur."Tiba-tiba kaca masjid bergetar.
Duduk awak pun terasa ada yang mengoyang," sebutnya.Berdasarkan data dari
akun Twitter BMKG disebutkan, gempa tersebut berlokasi di 0.30 Lintang Selatan
dan 100.28 Bujur Timur.
Gempa dengan kedalaman 10 Km itu berada di 9 KM arah
Barat Laut Kota Bukittinggi."Gempa itu juga dirasakan di Pariaman, Padang,
dan Padang Panjang," sebut BMKG.Hingga saat ini, belum diketahui kerugian
dan korban akibat gempa tersebut.