Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
BUKITTINGGI – Dinas
Pariwisata Kota Bukittinggi kembali membuat terobosan dalam dunia pendidikan
dan pariwisata dengan menggelar acara "School Goes to Geopark
2025" pada tanggal 12 November 2025. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan di salah satu ikon wisata
unggulan Sumatera Barat, Taman Panorama Lubang Jepang.
Acara ini bertujuan untuk
menanamkan kecintaan terhadap warisan geologi serta meningkatkan kesadaran
generasi muda akan pentingnya konservasi alam dan potensi pariwisata daerah.
Kegiatan ini dihadiri langsung
oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Bapak Rofie Hendria, S.STP,
M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran pelajar sebagai
agen perubahan dalam melestarikan Geopark Ngarai Sianok yang menjadi
kebanggaan Bukittinggi. Turut hadir mendampingi, Kepala Bidang Destinasi dan
Industri Pariwisata, Bapak Rinaldi Irwan, S.H, yang memastikan kegiatan
ini berjalan lancar sebagai bagian dari strategi pengembangan destinasi wisata
berbasis edukasi.
Menghadirkan Narasumber
Kompeten
Inti dari kegiatan School Goes to
Geopark 2025 adalah sesi sosialisasi yang menghadirkan wawasan mendalam
mengenai aspek geologi dan pariwisata berkelanjutan. Dua narasumber ahli
dihadirkan untuk berbagi ilmu kepada para siswa, yaitu:
Kedua narasumber memaparkan
materi mengenai karakteristik unik geologi Bukittinggi, sejarah pembentukan
Ngarai Sianok, serta bagaimana potensi tersebut dapat dikelola menjadi daya
tarik wisata kelas dunia tanpa merusak lingkungan.
Antusiasme Pelajar Bukittinggi
Peserta kegiatan ini terdiri dari
perwakilan siswa-siswi SMA dan SMK se-Kota Bukittinggi. Sekolah yang turut
berpartisipasi antara lain:
Para peserta tampak antusias
mengikuti sesi tanya jawab dan observasi lapangan di area Taman Panorama.
Dengan latar belakang Ngarai Sianok yang megah, para siswa diajak untuk melihat
langsung bukti-bukti kebesaran alam yang dijelaskan oleh para narasumber.
Melalui School Goes to Geopark
2025, diharapkan lahir generasi muda tidak hanya bangga dengan daerahnya,
tetapi juga memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mempromosikan dan
menjaga kelestarian Geopark Ranah Minang di masa depan.