Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mendukung penuh program
Geopark Ranah Minang Sawahlunto menuju status Unesco Global Geopark (UGGp).
Untuk itu, seluruh warga diimbau agar menjadi tuan rumah yang baik serta
konsisten menjaga tatanan alam dan lingkungan sebagaimana mestinya.
Geopark
dipersiapkan guna untuk memperkuat identitas Kota Sawahlunto di sektor
kepariwisataan sebagai Kota Tua Warisan Dunia, atau Kota Warisan Tambang Budaya
Dunia.
Kota
kecil ini memiliki sejumlah area bekas tambang batu bara peninggalan kolonial
Belanda serta bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri dan terawat dengan
baik.
Bekas-bekas
area tambang batu bara kemudian oleh pemerintah digarap dan dimodifikasi
menjadi kawasan wisata hingga beberapa kurun waktu terakhir dan menarik banyak
wisatawan.
Salah-satu
yang tersohor adalah hamparan Danau Kandi (Danau Kandi Rest Area) di Desa
Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto. Selain itu, di dalamnya terdapat area
Camping Ground Kandi yang dilengkapi vila-vila atau penginapan, penjual kuliner,
dan lain sebagainya.
Sementara di kawasan pusat kota juga berdiri puluhan bangunan
bersejarah yang masih tetap kokoh dan berdiri megah. Bangunan sisa kejayaan
masa kolonial Belanda.
Saat
ini bangunan-bangunan tersebut berstatus sebagai situs bersejarah warisan
dunia. Didukung tatanan sosial masyarakat yang bersahaja dan heterogen.
“Atas
berbagai nilai lebih yang ada itu, Sawahlunto perlu untuk terus diberdayakan
guna memperkuat sektor kepariwisataan Sumbar,” tegas Mahyeldi Ansharullah saat
membuka Jambore Geopark Nasional 2023 di Camping Ground Kandi,
Sawahlunto, Rabu (26/7/2023).
Kegiatan
tersebut ditandai prosesi menempel telapak tangan ke layar digital di panggung
utama oleh Gubernur Mahyeldi dan Wali Kota Deri Asta.
Kemudian
pengguntingan pita pameran geo, penanaman pohon di area camping, dan
ajang diskusi serta sosialisasi. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta
kelompok sadar wisata (pokdarwis) utusan kabupaten/kota di Sumbar dan provinsi
lain.
Dalam
kesempatan ini, hadir Ketua Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) Mega
Fatimah Rosana, Ketua Jaringan Nasional Geopark Indonesia Farit Muhamnad, serta
Ketua Badan Pengelola Geopark Ranah Minang, Kadis Pariwisata Sumbar, Wali Kota
dan Wakil Wali Kota Sawahlunto.
Mahyeldi
menjelaskan bahwa Geopark Nasional Ranah Minang memiliki sasaran pada tujuan
konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sehingga lebih dari
sekadar tempat wisata alam dan tempat rekreasi.
Apalagi
potensi geopark di Sumbar tidak hanya terpusat di satu titik, namun tersebar
pada beberapa kabupaten dan kota. Di antaranya Ngarai Sianok, Lembah Harau,
Danau Maninjau, Tarusan Kamang, Lintau Buo, Danau Singkarak, Danau Kembar,
Silokek, Bekas Tambang Batu Bara Sawahlunto, Goa Batu Kapa, Gunung Talamau,
Geopark Equator Pasaman, dan masih banyak lagi.
“Sumbar secara nasional bahkan dunia terkenal dengan sebuah ikon
nan mengerikan, yakni dilewati patahan Sesar Semangko. Sejarah telah mencatat
sejak zaman purbakala Sumbar rawan bencana alam, di antaranya adalah gempa
bumi. Berikut hamparan Bukit Barisan yang secara fungsinya ikut berkontribusi
sebagai paru-paru dunia,” jelasnya.
Kota
Sawahlunto untuk perdana mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah
penyelenggaraan Jambore Geopark Nasional Tahun 2023, tepatnya di Camping Ground
Kandi, Kecamatan Talawi.
“Tentu
kita berharap dari jambore ini nanti bisa memperoleh peningkatan sinergi dan
inovasi dalam mengelola maupun mengembangkan geopark. Jika geopark
terkelola baik, maka berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat
di sekitarnya dan terlindunginya potensi-potensi kekayaan alam,” harap
Mahyeldi.
Gubernur
mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kota Sawahlunto sebagai tuan rumah
sekaligus sebagai kota yang memiliki potensi geopark yang saat ini sedang
diajukan menjadi UNESCO Global Geopark.
Geopark
global harus terdiri atas sejumlah jejak geologi yang memiliki keindahan,
kelangkaan, ataupun kepentingan ilmiah khusus. Geopark tidak hanya berhubungan
dengan geologi tetapi juga ekologi, arkeologi, serta nilai sejarah ataupun
budaya.
“Para
ahli geologi menilai Sawahlunto mempunyai geopark yang kaya, bagus dan unik,
sehingga sudah layak naik status menjadi UNESCO Global Geopark (UGG). Pemprov
Sumbar mengapresiasi dan mendukung ini karena pengakuan secara global ini bisa
berdampak besar pada berbagai sektor,” katanya.
Salah
satu bentuk keseriusan pemprov, katanya dapat dilihat dari adanya pengalokasian
anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk pengembangan sektor pariwisata
yang dikucurkan pada sejumlah daerah melalui skema kerja sama di Sumbar.
Untuk
tahun 2023 ini, katanya, Pemprov Sumbar telah mengalokasikan Rp11, 3 miliar
anggaran BKK untuk pengembangan pariwisata enam kabupaten dan kota.
Anggaran
itu dikucurkan melalui skema kerja sama yang difasilitasi Biro Pemerintahan dan
Otda Setprov Sumbar. Konsepnya sharing anggaran Pemprov Sumbar 40 persen atau
Rp11,3 miliar dan kabupaten kota 60 persen, dari total kebutuhan anggaran
Rp29,5 miliar.
“Total
anggaran untuk pembangunan pariwisata pada enam kabupaten/kota itu sekitar
Rp29,5 miliar, 40 persennya kita di provinsi yang membantu dengan BKK,”
ujarnya.
Sementara
itu, Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengungkapkan pemko memiliki rencana besar
untuk membangun sektor pariwisata. Untuk mewujudkan itu, program kepariwisataan
mendapat porsi besar pada APBD dan tertuang dalam RPJMD Sawahlunto.
“Silakan
bersilaturahmi, berdiskusi dan menjelajahi seperti apa geopark Sawahlunto. Mari
populerkan Geopark Sawahlunto dengan mengangkat tema Jendela Cekungan Ombilin,”
tegasnya.(atn)
source : Jambore
Geopark Nasional di Kandi, Perkuat Sawahlunto Masuk Unesco Global Geopark |
Padek.co (jawapos.com)