Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Salah satu destinasi liburan yang paling
direkomendasikan di Kabupaten Agam bernama Puncak Binu atau Puncak Binu.
Seperti yang diharapkan wisatawan, kawasan perbukitan ini cocok untuk trekking
dan aktivitas luar ruangan. Lokasinya berada di Desa Kamang Ilia dan masuk
dalam wilayah Kecamatan Kamang Magek. Pemerintah daerah Indonesia bahkan
mengembangkan fasilitas outbound di kawasan tersebut, sehingga pengunjung dapat
menikmati pengalaman yang lebih baik selama penjelajahan. Karena peningkatan
fasilitas dan lingkungan yang lebih baik, popularitasnya juga semakin baik
seiring berjalannya waktu. Trekking dan outbond menjadi dua aktivitas utama,
namun wisatawan juga bisa menikmati hal lain seperti fotografi dan relaksasi!
Nuansa
Ketenangan dan kenyamanan menyambut setiap orang langsung begitu tiba di lokasi.
Di kaki bukit, wisatawan akan menemukan tangga yang bisa digunakan untuk
mencapai puncak bukit. Lokasinya dikelilingi pepohonan tinggi sehingga
suasananya cukup rindang dan menyegarkan. Dari segi keramaian, jumlah
pengunjung tergolong sedang, namun semakin ramai saat akhir pekan dan hari
libur. Sekadar informasi, dulunya lokasi tersebut ditumbuhi semak dan semak
belukar. Terima kasih kepada pemerintah setempat dan penduduk desa. Mereka
menjaga lingkungan dengan baik dan menyediakan fasilitas yang lebih baik dari
waktu ke waktu. Saat ini Puncak Binu terlihat lebih indah dari sebelumnya.
Menjelajahi Puncak Binu
Beberapa wisatawan mungkin bertanya-tanya apa
saja yang bisa mereka lakukan di Puncak Binu. Nah, hal pertama yang disarankan
untuk dilakukan adalah terkait outbound. Pengunjung cukup menggunakan fasilitas
yang tersedia seperti Flying Fox, Rumah Pohon, dan masih banyak lagi! Bahkan
ada gua alam yang bisa dijelajahi, jadi semua orang harus mampir ke tempat itu
nanti. Untuk kegiatan wisata santai, alangkah baiknya menikmati berenang di
kolam renang yang tersedia. Pengunjung bahkan bisa menyewa rakit dan
menjelajahi Sungai Batang Agam yang terkenal, yang terletak di bawah bukit.
Eksplorasi dan trekking menjadi hal
selanjutnya yang bisa dinikmati wisatawan di Puncak Binu. Bagaimanapun,
lokasinya berbeda dari perbukitan biasa. Pasalnya, wisatawan bisa menemukan
tebing karang putih besar selama penjelajahan. Ditambah lagi, tidak membutuhkan
banyak waktu dan tenaga untuk mencapai puncak bukit. Apa yang lebih? Nuansa dan
lingkungannya cukup asri. Pasalnya, bukit tersebut berada di dekat hutan
lindung Bukit Barisan.
Fitur terbaru di Puncak Binu tak lain adalah
kafe tematik. Konsepnya adalah pesawat jatuh dan menjadi tempat nongkrong yang
asyik bersama teman atau keluarga. Apalagi harga makanan dan minumannya cukup
terjangkau. Dengan semua keistimewaan tersebut, Puncak Binu pastinya menjadi
daya tarik wisata andalan untuk dikunjungi saat liburan ke Kabupaten Agam
selanjutnya bukan?
Atraksi Terdekat
Cara Menuju Ke Sana
Sangat mudah untuk mencapai Puncak Binu di Kabupaten Agam. Pertama, wisatawan harus menuju Kota Padang (ibu kota Provinsi Sumatera Barat) dengan menggunakan pesawat. Dari Kota Jakarta (Bandara Internasional Soekarno – Hatta), penerbangan Bandara Minangkabau biasanya memakan waktu sekitar 1 jam 40 menit. Dari Padang harus melalui Jalan Maninjau – Lubung Basung dan segera sampai di Kabupaten Agam. Perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 2 jam 15 menit, karena jaraknya 109 km. Dari Kota Agam harus melalui Jalan Padang Lua – Maninjau dan menuju ke Desa Kamang Ilia dimana Puncak Binu berada. Jaraknya 54,3 km, sehingga perjalanan ini memakan waktu sekitar 1 jam 49 menit.