Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
https://kmedia.co.id/wp-content/uploads/2021/07/Resiliensi-Nagari-Sianok-Anam-Suku_Rinaldi-Mirsa-Effan-Fahrizal-Rendi-Setiawan.pdfNagari Sianok Anam Suku sebagai objek pada fenomena kebertahanan dalam perkembangan Kota Bukittinggi yang menjadi salah satu kota wisata yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancan negara yang paling banyak diminati di Sumatera Barat. Seperti daerah lainya Kota Bukittinggi pernah dijajah oleh Negara Belanda dan Jepang yang mempunyai banyak penginggalan masa lampau yang sekarang mejadi cacatan sejarah mulai dari Jam Gadang, Goa Jepang, Benteng Ford De Kock, yang dulunya daerah ini pernah menjadi Ibukota Indonesia sementara dikala merdeka, yang sekarang masih banyak peninggalan bersejarah yang di jaga, akan tetapi dikarenakan peninggalan tersebut akirnya kota ini semakin berkembang dan banyak tempat penginapan, perhotelan, apartemen dan gedung perbelanjaan yang banyak bertebaran setiap jalan Bukittinggi. Kondisi Kota Bukittinggi sekarang sudah ditinggali oleh berbagai ras seperti Kampung Cina, Kampung Melayu dan lainya, dilokasi ini menunjukan terjadinya keragaman dari berbagai ras yang telah terjaga dan terawat puluhan tahun yang lalu dalam fenomena keragaman kota dan dampak lainya terhadap Nagari Sianok sanggat besar karena banyak terjangan dari berbagai aspek terhadap kehidupan modern Kota.
Karena Bukittinggi adalah sebagai kota terpadat dan sanggat kecil menjadikan kota tersebut membutuhkan lahan baru untuk dijadikan pengembangan kota dengan menyewa tanah disekitar kota tersebut sehingga nantinya terjadi penyetaraan di Nagari Sianok dan Bukittinggi menjadi lebih maju dikarenakan perkembangannya. Saat ini belum ada penelitian tercatat telah menyinggung perkembangan Kota Bukittinggi terhadap Resilinesi Nagari Sianok Anam Suku yang berada sanggat dekat, berpengaruh terhadap citra kota dan kelangsunagan Nagari Sianok Anam Suku sebagai daerah yang bersebelahan dengan pusat Kota Bukittinggi.
enghidupan ekonomi Nagari Sianok Anam suku di dapat dari beberapa sektor, mulai dari perdangangan, home industri, makanan, petani sampai pada kerajinan khas Minangkabau dijual ke Kota Bukittinggi. Ekonomi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga masyarakat walau biaya hidup di daerah itu terbilang cukup mahal karena Sianok Anam Suku berada bersebelahan dengan pusat Kota Bukittinggi sehingga mempengaruhi harja jual beli yang berada di Nagari Sianok Anam Suku. Walaupun seperti itu kebutuhan pokok Kota Bukittinggi diperoleh dari Nagari Sianok Anam Suku. Dari setiap 3 jorong yang ada di Nagari Sianok Anam Suku selain bertani juga ada bekerja sebagai home industry seperti kerajinan dan makanan ringgan. Contoh produk kerajinan seperti miniatur bangunan rumah adat Minangkabau, maianan kunci, kalung, gelang, bordir. Untuk makanan ringan yaitu kipang, kripik pisang, kue kelapa, peyek kacang, kerupuk kentang, peyek ikan, karak kaliang, dan semua jenis makanan khas oleh-oleh Sumatera Barat seperti sanjai.