Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Geopark Ngarai Sianok & Maninjau
Bukittinggi dan Kabupaten Agam kembali menjadi sorotan dengan diselenggarakannya Jambore Geopark Ngarai Sianok Maninjau.
Acara ini diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dengan konsep pariwisata berkelanjutan yang menarik berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam dan Juga pada jambore ini bermitra dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, dan tak menutup kemungkinan pada kegiatan lain mengandeng OPD teknis lainnya dikarenakan geopark memiliki 10 fokus dalam Pembangunan keberlanjutan.
Kegiatan ini diadakan selama tiga hari di geosite Lawang Park, jambore ini mengusung tema pariwisata berbasis edukasi, konservasi, dan pengalaman dengan Forest Healing. Konsep pariwisata berkelanjutan yang ditawarkan meliputi kegiatan trekking, kebetulan jalur geowisata nya berupa geosite lawang menawarkan lanskap danau maninjau yang dulunya berupa gunung purba yang meletus dalam kurun waktu puluhan ribu tahun dan lanskap ini menjadi cikal bakal inspirasi tokoh nasionalyang mendunia Sumatera Barat, Buya Hamka, lalu kegiatan geotreking menikmati salah satu bukti adanya aktifitas lain berupa tektonik dengan adanya matai air di geosite pincuran gadang, Batubaselo, Matur.
Selama kegiatan trekking geowisatawan menikmati kekayaan alam maninjau, Perkebunan tebu lawang yang mendunia dengan konsep konvensionalnya dengan masih mengadopsi pola alami dengan adanya pengilangan gula dengakn konsep flora setempat, hingga UMKM local yang memungkinkan para peserta menikmati keindahan alam sambil mempelajari geologi, budaya, dan hayati yang ada di kawasan ini. Selain itu, acara ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan dan penjualan produk local di Lokasi jambore.
Acara ini difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan merupakan hasil pemikiran dari Bapak Ismed Adziz.
Dalam pembukaan jambore, hadir Sekda Kota Bukittinggi, Bapak Martias Wanto, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab Geopark Potensial Sumatera Barat. Beliau menyatakan optimisme bahwa Ngarai Sianok Maninjau siap menjadi UNESCO Global Geopark dan aset dunia yang mewakili Sumatera Barat dengan mendorong Kapasitas Sumber daya Manusia yang siap bersaing dalam Pariwisata yang terintegrasi.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan pemerintah provinsi, tetapi juga kolaborasi yang erat antara Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi dan Dinas Pariwisata Kabupaten Agam. Kerja sama lintas sektor ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan di daerah ini.
Bapak Martias Wanto melanjutkan, Jambore Geopark tahun ini akan menjadi cikal bakal Jambore Ranah Minang tingkat nasional dengan mengundang peserta Geopark Se – Indonesia yang akan digelar di tahun 2025 dengan tuan rumah Kab. Agam dan Kota Bukittinggi. Sebagai informasi, tahun 2023 yang lalu Kota Sawahlunto telah lebih dulu ambil bagian sebagai tuan rumah kegiatan yang sama.
Pelaksanaan jambore ini diharapkan menjadi ajang promosi untuk memacu jumlah kunjungan wisatawan datang ke Sumatera Barat terutama wisata minat khusus.
Ucapan terima kasih yang tulus disampaikan oleh GM Sianok Maninjau, Pak Zuhrizul, dan Ketua Harian Ahmad Fadhly MT, yang telah berkolaborasi dalam pelaksanaan acara ini. Kerja keras dan dedikasi kami menjadikan jambore ini sukses dan memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para peserta.
Selain itu, peserta jambore juga diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan edukatif seperti workshop tentang geologi dan konservasi alam. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta memahami potensi alam yang dimiliki kawasan Ngarai Sianok Maninjau.
Jambore Geopark Ngarai Sianok Maninjau diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan konsep pariwisata berkelanjutan yang berbasis edukasi, konservasi, dan pengalaman.
Dengan demikian, Bukittinggi dan Kabupaten Agam dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi dan konservasi lingkungan.
Akhir kata, semoga dengan terselenggaranya acara ini, Ngarai Sianok Maninjau semakin dikenal di dunia internasional dan berhasil mendapatkan pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark. Ini akan menjadi kebanggaan bagi Sumatera Barat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.